Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Informasi Izin
Beranda » CPKB » Panduan Lengkap Sertifikasi CPKB Golongan A untuk Ekspansi Industri Kosmetik Nasional

Panduan Lengkap Sertifikasi CPKB Golongan A untuk Ekspansi Industri Kosmetik Nasional

Mengenal Pentingnya Sertifikasi CPKB Golongan A bagi Industri Sertifikasi CPKB Golongan A merupakan standar kelayakan tertinggi yang wajib dimiliki oleh perusahaan kosmetik di Indonesia yang memiliki rencana produksi tanpa batasan jenis sediaan. Berbeda dengan golongan B yang memiliki keterbatasan pada jenis produk tertentu, pemegang sertifikat Golongan A diizinkan untuk memproduksi seluruh bentuk dan jenis sediaan kosmetika, mulai dari produk bayi, perawatan kulit, hingga produk rias wajah dengan teknologi tinggi.

Langkah ini menjadi krusial bagi pelaku industri yang menargetkan pasar nasional maupun internasional. Mengingat persaingan industri kecantikan yang semakin ketat, memiliki Sertifikasi CPKB bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan bukti komitmen perusahaan terhadap keamanan dan mutu konsumen. BPOM sebagai otoritas tertinggi memastikan bahwa setiap pabrik yang menyandang status Golongan A telah memenuhi standar Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB) yang diakui secara global.

Dasar Hukum & Payung Regulasi Resmi

Penerapan CPKB di Indonesia diatur secara ketat melalui Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 31 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2019 tentang Pedoman Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik. Regulasi ini menjadi landasan bagi setiap standar pabrik kosmetik skala besar untuk beroperasi secara legal dan aman.

Sesuai aturan tersebut, industri kosmetik dibagi menjadi dua klasifikasi utama:

  • Golongan A: Diizinkan memproduksi semua bentuk dan jenis sediaan kosmetika dengan persyaratan fasilitas yang lebih kompleks, seperti sistem tata udara (AHU) dan sistem pengolahan air (Purified Water System).
  • Golongan B: Hanya diizinkan memproduksi bentuk dan jenis sediaan tertentu dengan teknologi yang lebih sederhana dan risiko yang dianggap lebih rendah.
Panduan Lengkap Sertifikasi CPKB Golongan A untuk Ekspansi Industri Kosmetik Nasional

Panduan Lengkap Sertifikasi CPKB Golongan A untuk Ekspansi Industri Kosmetik Nasional

Syarat & Ketentuan / Persyaratan Lengkap

Untuk mengajukan permohonan, pelaku usaha harus memenuhi syarat cpkb golongan a yang meliputi aspek administratif dan teknis. Berikut adalah beberapa persyaratan utama yang harus disiapkan:

  • Izin Usaha Industri (IUI): Memiliki dokumen legalitas usaha yang sesuai dengan KBLI industri kosmetik.
  • Tenaga Ahli (Apoteker): Memiliki sekurang-kurangnya satu orang Apoteker sebagai Penanggung Jawab Teknis (PJT) yang telah memiliki STRA dan SIPA.
  • Denah Bangunan (Layout): Denah bangunan yang telah disetujui oleh BPOM (Persetujuan Denah).
  • Sistem Manajemen Mutu: Adanya dokumen Prosedur Operasional Baku (POB) atau SOP yang mencakup seluruh aspek produksi, mulai dari penerimaan bahan baku hingga distribusi produk jadi.
  • Fasilitas Produksi: Ruang produksi harus memiliki sistem kontrol suhu, kelembapan, dan tekanan udara (HVAC/AHU) yang memadai sesuai dengan kelas kebersihan yang dipersyaratkan.

Tata Cara & Prosedur Mengurus Langkah demi Langkah

Proses mendapatkan sertifikat ini memerlukan ketelitian tinggi. Berikut adalah tahapan audit cpkb bpom yang biasanya dilalui oleh para pelaku industri:

1. Pengajuan Persetujuan Denah Bangunan

Sebelum membangun pabrik atau melakukan renovasi, pelaku usaha wajib mengajukan rencana tata ruang pabrik ke BPOM. Hal ini memastikan alur personil, bahan baku, dan barang jadi tidak menyebabkan kontaminasi silang.

2. Pendaftaran Akun di Portal E-Sertifikasi

Pelaku usaha harus melakukan registrasi melalui portal resmi BPOM untuk memulai proses administrasi secara digital.

3. Audit Kesiapan (Pre-Audit)

Pihak BPOM akan melakukan pemeriksaan langsung ke fasilitas produksi. Dalam tahap ini, auditor akan memeriksa konsistensi antara dokumen SOP dengan praktik nyata di lapangan.

4. Perbaikan Temuan (CAPA)

Jika ditemukan ketidaksesuaian selama audit, perusahaan diberikan waktu untuk melakukan Corrective Action Preventive Action (CAPA). Keberhasilan tahap ini sangat menentukan terbitnya sertifikat.

5. Penerbitan Sertifikat CPKB

Setelah seluruh perbaikan dinyatakan memenuhi syarat, BPOM akan menerbitkan Sertifikat CPKB Golongan A yang berlaku selama 5 tahun.

Informasi Lebih Lanjut & Layanan Permatamas News

Proses pengurusan sertifikasi ini seringkali dianggap rumit dan memakan waktu lama bagi pelaku usaha yang belum berpengalaman. Oleh karena itu, kehadiran konsultan perizinan kosmetik yang kompeten sangat dibutuhkan untuk meminimalisir risiko penolakan atau audit ulang yang berkali-kali.

PERMATAMAS (Konsultan & Layanan Pengurusan Izin Edar Kosmetik BPOM, Sertifikasi CPKB Golongan A & B, Serta Jasa Pendampingan Industri Kosmetik Terpercaya di Indonesia) hadir sebagai solusi bagi Anda. Melalui jasa pendampingan cpkb permatamas, kami membantu mulai dari penyiapan dokumen mutu, desain layout pabrik yang sesuai standar BPOM, hingga pendampingan saat audit berlangsung.

Dapatkan kemudahan proses legalitas industri kosmetik Anda bersama ahli yang berpengalaman di bidangnya. Keamanan produk Anda adalah masa depan bisnis Anda.

Pastikan pabrik Anda memenuhi standar emas industri kosmetik nasional. Dengan pendampingan yang tepat, impian memiliki merek kosmetik besar dengan pabrik standar internasional kini bukan lagi sekadar impian.

  • visibility 75
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Izin Kemenkes PKD Wash & Wax: Pentingnya Izin Edar PKRT dalam Mengamankan Bisnis dan Konsumen

    Izin Edar PKRT Kemenkes Pembersih Mebel: Kunci Utama Keamanan Konsumen dan Perluasan Pasar Ritel

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Menjamin Mutu Produk Melalui Sertifikasi Resmi Peredaran produk pembersih furnitur di pasar nasional kini diawasi sangat ketat oleh pemerintah guna melindungi kesehatan konsumen dari paparan zat kimia berbahaya. Pentingnya izin Edar PKD Kemenkes terletak pada fungsi pengawasan kualitas yang memastikan setiap bahan yang terkandung dalam pembersih mebel tidak merusak sistem pernapasan atau menyebabkan iritasi kulit bagi penggunanya. […]

  • Pentingnya Izin Edar PKL Kemenkes Untuk Produk Impor guna Menjamin Keamanan Konsumen Indonesia

    Mengenal Merek Kelas 35 DJKI: Syarat Kunci Tembus Shopee Mall, Lazada & Tokopedia

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Mengenal Merek Kelas 35 DJKI: Syarat Kunci Tembus Shopee Mall, Lazada & Tokopedia kini menjadi prioritas utama bagi para pelaku usaha di Indonesia yang ingin menaikkan kasta bisnis mereka di ranah digital. Di tengah persaingan e-commerce yang semakin kompetitif, kepemilikan sertifikat merek pada kelas ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan bukti validitas bahwa sebuah entitas bisnis […]

  • Panduan Lengkap Sertifikasi CPKB Golongan A untuk Ekspansi Industri Kosmetik Nasional

    Mengenal 12 Aspek CPKB: Daftar dan Penjelasan Setiap Aspek untuk Standar Industri Kosmetik Modern

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • visibility 94
    • 0Komentar

    12 Aspek CPKB: Daftar dan Penjelasan Setiap Aspek kini menjadi pedoman vital bagi seluruh pelaku industri kecantikan di Indonesia guna menjamin keamanan produk. Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap produk skincare dan makeup, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperketat pengawasan melalui standardisasi sarana produksi. Penerapan CPKB Industri Kosmetik bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kewajiban hukum yang menentukan apakah […]

  • Izin Kemenkes PKD Wash & Wax: Pentingnya Izin Edar PKRT dalam Mengamankan Bisnis dan Konsumen

    Izin Kemenkes PKD Deterjen Matic: Syarat Wajib dan Panduan Legalitas Produk Pembersih Mesin Cuci

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Memperoleh Izin Kemenkes PKD Deterjen Matic merupakan langkah krusial bagi setiap produsen untuk menjamin keamanan konsumen dan legalitas operasional bisnis di pasar nasional. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi peralatan rumah tangga, penggunaan mesin cuci otomatis kini menjadi kebutuhan pokok. Produk seperti deterjen khusus mesin cuci bukaan depan (front load), deterjen matic bukaan atas (top load), hingga […]

  • Daftar Merek Tisu Kelas Berapa? Panduan Pendaftaran Merek Tisu dan Prosedur Lengkapnya

    Merek Tisu Masuk Kelas Berapa? Simak Kategori Merek Tisu dan Prosedur Lengkapnya

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Mengenal Klasifikasi Barang: Merek Tisu Kelas Berapa? Merek Tisu Masuk Kelas Berapa? Simak Kategori Merek Tisu berikut ini agar Anda tidak salah dalam mengajukan perlindungan hak kekayaan intelektual. Dalam sistem klasifikasi merek internasional (Nice Classification), produk tisu masuk kelas merek apa sangat bergantung pada bahan dan kegunaannya. Namun, secara umum, sebagian besar produk tisu kelas 16 adalah kategori utama yang […]

  • Izin Kemenkes PKD Wash & Wax: Pentingnya Izin Edar PKRT dalam Mengamankan Bisnis dan Konsumen

    Memahami Perbedaan CPKB Golongan A dan Golongan B dalam Industri Kosmetik

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Memahami Perbedaan CPKB Golongan A dan Golongan B dalam Industri Kosmetik merupakan langkah awal yang paling krusial bagi setiap pelaku usaha sebelum membangun pabrik atau memasarkan produk ke masyarakat. Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) bukan sekadar formalitas, melainkan standar wajib yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menjamin keamanan, kemanfaatan, dan mutu […]

expand_less